Selasa, 25 Februari 2014

Problema Negara Ini ?

Masa Depan PSK, Kemana Negara dan Agama?


Oleh Khoirur Roziq
Beberapa beberapa tahun yang lalu, penulis pernah mengikuti diskusi seputar masalah HAM. Kebetulan yang bertindak sebagai narasumber Prof Musdah Mulia. Salah satu yang penulis ingat dari paparannya adalah ketika ia menawarkan cara bagaimana seharusnya kita memperlakukan anak dari hasil zina (anak diluar nikah) dan berinteraksi dengan pekerja seks komersil. Ia (musdah mulia), hanya mengingatkan jika mereka (anak hasil zina dan PSK) adalah manusia yang berhak mendapat perlakuan manusiawi.

Pada tanggal 15-17 Desember, Perhimpunan Pekerja Seks Yogyakarta (P3Y) menggelar acara “Live in Lokalisasi”. Acara tersebut di ikuti beberapa aktivis mahasiswa khususnya di wilayah Yogyakarta. Mereka ditempatkan dan menginap di lokasisasi selama beberapa waktu yang ditentukan. Kegiatan ini salah satunya bertujuan mengurangi dan menghindari kekerasan yang kerap terjadi pada PSK.

Dengan melakukan observasi di lokalisasi, peserta/relawan yang menginap di tempat lokalisasi dapat mencari data secara langsung dengan mewawancarai para PSK dan pelanggannya. Arini, salah seorang mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta membeberkan kisah pengalamannya sebagai peserta kegiatan ini. Menurutnya, lokalisasi yang terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya tidak memenuhi standar kesehatan sebagai tempat ideal berhubungan seks. Hal ini disebabkan kumuhnya tempat tersebut. Lebih lanjut ia juga memaparkan alasan yang menjadi PSK untuk berprofesi sebagai PSK. Rata-rata para PSK memilih jalan pekerjaan ini karena sulit mencari pekerjaan. Selain itu, status PSK yang terlanjur meraka sandang membuatnya sulit untuk memulai hidup baru di luar lingkungan lokalisasi. Perihal ongkos PSK per sekali berhubungan dengan pelanggan menurut Arini juga sangat kecil, yakni Rp. 45.000-65.000.

Sungguh sangat memprihatinkan nasib PSK. Mereka harus hidup di lingkungan kotor dan tidak menyehatkan. Selain itu beban psikis pun mereka tanggung sebagai konsekuensi logis profesinya. Tentu saja hal yang paling miris adalah nominal rupiah rendah dari pekerjaan mereka. Dihadapan umum mereka harus menerima kenyataan pahit yang menjadi garis hidupnya, yakni PSK. Belum lagi anak-anak mereka yang entah siapa bapak/ayahnya. Lantas, dimana posisi negara yang harusnya menjamin kehidupan layak rakyatnya dan agama yang menjadi tuntunan hidupnya.

Semua PSK –sebagaimana dikisahkan di atas- adalah warga Republik Indonesia yang itu dinyatakan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka juga bukan orang yang tidak beragama, karena saat perayaan hari besar agama, mereka turut merayakan –tentunya dengan kepercayaannya masing-masing.

Meninjau fakta di atas, penulis ingin melihat dalam porsi obyektif. Pertama, harus ada pembinaan secara berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, agar Sumber Daya Manusia (SDM) para PSK dapat ditepatkan sesuai pada porsinya. Sehingga pekerjaan melayani laki hidung belang tersebut dapat dihindari. Kedua, harus ada upaya perlakuan baik yang dilakukan masyarakat umum secara menyeluruh agar PSK dapat keluar dari tekanan psikis. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan motivasi untuk meninggalkan pekerjaan yang berbahaya itu. Selain itu, tidak perlu ada cercaan dan hinaan yang ditujukan pada PSK. Dalam ungkapan Jawa yang menggambarkan pandangan hidup ada istilah “Giri lusi janna kena angina” yang berarti “Jangan menghina orang lain”.

Tentu saja, apapun alasan bagi seorang PSK, bahwa hari ini dan esok, PSK adalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat dan agama. Dalam kitab suci agama Islam, al-Qur’an, PSK tergolong dengan perbuatan zina. Pelakunya akan mendapat hukuman rajam, di cambuk.

Jumat, 17 Januari 2014

Macam-macam Program Grafis



Macam-macam Program Grafis
                Semakin meningkat nya akan kebutuhan citra gambar mendorong beberapa perusahaan software grafis untuk terus meningkatkan kemampuan dari software tersebut. Software grafis secara umum di bagi menjadi dua, yaitu software grafis berbasis vektor dan software grafis berbasis bitmap. CorelDRAW X% adalah salah satu software  grafis berbasis bitmap yang sering digunakan. Kemudahan dalam penggunaan nya membuat software itu dikenal sebagai software andal dalam mendisain gambar vektor. Adobe Photoshop CS5 adalah  salah satu software grafis berbasis bitmap yang banyak di gunakan pula. Berikut ini beberapa contoh software brbasis grafis :
·         CorelDRAW X5
·         Corel Photopaint
·         Adobe Photoshop CS5
·         Adobe Freehand
·         Adobe Ilustrator
·         Microsoft Photo Editor

Keunggulan dan kelemahan grafis vektor dan bitmap
                 Grafis vektor dan bitmap mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Keunggulan dari grafis vektor ialah  file dokumen yang di hasilkan kecil sehingga menghemat memori penyimpanan file. Kelemahan dari grafis vektor ialah pemakaian prosesor yang memakan memori lebih banyak, sehingga mengakibatkan komputer bekerja  menjadi lebih lambat. Sedangkan keunggulan dari grfis bitmap ialah ukuran file dokumen yang di hasilkan lebih besar, sehingga membutuhkan memori penyimpanan yang lebih besar. Kehalusan gambar grafis vektor tidak bergantung pada ukuran dpi, tetapi pada output device, yaitu priter. Semakin canggih outpu deviceyang di gunakan, semakin halus citra grafis yang tampak.

Pengertian Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap


Grafis Berbasis Vektor dan Grafis Berbasis Bitmap
               Grafis adalah gambar yang tersusun atas koordinat-koordinat. Jadi gambar yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas titik-titik yang mempunyai nilai koordinat. Layar monitor yang berfungsi sebagai koordinat x dan y.
                Desain Grafis di bagi menjadi 2 yaitu :
1.Grafis Bitmap
                Grafis Bitmap dibentuk dengan raster/pixel/dot/titk/point koordinat. Semakin banyak suatu titik yang membentuk suatu grafis Bitmap berarti semakin tinggi tingkat kerapatan nya. Hal ini membuat semakin halus citra gtafis yang di hasilkan, tetapi kapasitas file yang di hasilkan semakin besar.
                Ketajaman warna dan tampilan pada bitmap bergantung pada banyak pixel warna atau resolusi yang membentuk gambar tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan monitor dan VGA ( Video Grapich Array ) yang di gunakan.
                Beberapa grafis bitmap dapat anda temui di file komputer, yakni file komputer yang berekstensi .bmp, .tif, .gif, .pix, dan .pdx. Grafis ini biasa di gunakan untuk kepentingan  foto-foto Digital.
                Program Aplikasi yang berbasis bitmap, antara lain Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Microsoft Photo Editor, Gimp dan Adobe fireworks. Semua nya menawarkan kelengkapan fitur nya.
2.Grafis Vektor
                Grafis Vektor ini merupakan pengembangan dari Grafis Bitmap(digital). Grafis ini tidak tergantung pada banyak nya pixel penyusun nya dan kondisi monitor karna tampilan Vektor tersusun atas garis-garis. Tampilan akan tetap jelas meski di lakukan pembesaran ( zooming).
                Penggunaan titik titik koordinat dan rumus tertentu dapat menciptakan bermacam-macam bentuk grafis, seperti lingkaran, segitiga, persegi, dan poligon. Denagn demikian pemakaian grafis vektor akan jauh lebih irit dari segi ukuran file, tetapi dari segi pemakaian prosesor akan banyak memakan memori.
                Program Aplikasi rafis berbasis vektor , antara lain CorelDRAW X5 (yang akan di bahas dalam buku ini), Inkscap, Adobe Freehand, adobe Ilustrator, Autocad, dan Micrografx Designer.